Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

3 Jawaban Minal Aidin Wal Faizin

3 Jawaban Minal Aidin Wal Faizin

 

jawaban minal aidin wal faizin

Minal aidin wal faizin artinya ucapan idul fitri yang paling populer di Indonesia. Bagaimana kita menjawab jika mendapatkan ucapan ini? Ternyata, ada tiga alternatif pilihan jawaban minal aidin wal faizin.

Arti Minal Aidin Wal Faizin

Minal aidin wal faizin bukanlah ucapan permohonan maaf, melainkan ucapan doa. Dalam bahasa Arab, tulisan minal aidin wal faizin adalah sebagai berikut:

مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ

Ucapan ini sebenarnya merupakan singkatan dari ucapan ja’alanallahu minal aidin wal faizin yang tulisan Arabnya sebagai berikut:

جَعَلَنَا اللَّهُ مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ

Artinya:
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang kembali (fitrah) dan orang yang mendapat kemenangan.

Menurut Ustadz Adi Hidayat, ucapan ini dibuat oleh ulama muta’akhirin. Sebagai ucapan idul fitri, khususnya di Indonesia. Sehingga, ia menjadi ucapan yang sangat populer di seluruh pelosok nusantara.

Baca juga: Minal Aidin wal Faizin Artinya

Jawaban Minal Aidin Wal Faizin

Jika kita mendapatkan ucapan minal aidin wal faizin, ada tiga pilihan jawaban yang bisa kita ucapkan. Apa saja?

1. Aamiin

Jawaban minal aidin wal faizin yang pertama adalah “aamiin.” Karena minal aidin wal faizin merupakan doa, maka kita bisa menjawab dengan mengaminkan doa tersebut.

Baca juga: Mimpi Baca Ayat Kursi

2. Kullu Amin wa Antum bi Khair

Jawaban kedua yang bisa kita pilih adalah kullu amin wa antum bi khair. Ini juga merupakan ucapan doa. Jadi, kita membalas doa dengan mendoakan orang tersebut.

Bagaimana tulisan Arab dan arti kullu amin wa antum bi khair? Berikut ini tulisan Arabnya:

كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

(Kullu ‘aamin wa antum bi khair)

Artinya:
Semoga kebaikan meliputimu sepanjang tahun.

3. Taqabbalallahu minna wa minkum

Jawaban ketiga yang bisa kita pilih ketika ada yang mengucapkan minal aidin wal faizin adalah taqabbalallahu minna wa minkum. Sama dengan sebelumnya, kita membalas doa dengan mendoakan orang tersebut.

Beriku ini tulisan Arab dan arti taqabbalallahu minna wa minkum:

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ

(Taqobbalalloohu minna wa minkum)

 Artinya:
Semoga Allah menerima (puasa dan amal) dari kami dan dari kalian.

Penting untuk kita ketahui, taqabbalallahu minna wa minkum sendiri merupakan ucapan yang Sahabat Nabi ucapkan ketika bertemu sesama muslim pada hari raya baik idul fitri maupun idul adha. Ucapan ini merupakan ucapan terbaik dan paling utama daripada ucapan lainnya. Dan, ada jawaban juga untuk ucapan ini. Lebih lengkapnya, silakan baca artikel Taqabbalallahu Minna wa Minkum.

Nah, demikian tiga jawaban minal aidin wal faizin. Anda pilih yang mana? [Muchlisin BK/Tarbawia]

 

 

 


ARM HA-IPB Ikuti Latgab CORE Water Rescue

ARM HA-IPB Ikuti Latgab CORE Water Rescue




Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM- HA IPB) mengirimkan dua personelnya mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) CORE (Communication & Rescue) Water Rescue yang digelar ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia ) lokal Kabupaten Bogor, di Situ Cikaret, Cibinong, Bogor selama dua hari, 29 - 30 Oktober 2022.


Staf Ahli Bupati bidang PPHK, Drs. Makmur, M.Si, membuka secara resmi latgab yang diikuti 100 peserta dari 42 organisasi sosial dan kemanusiaan. 


Materi Latgab mencakup teori dan praktik, dimulai dengan pendirian tenda peleton yang dipandu Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD.


Setelah itu, Tony Dumalang dari Global Rescue menyampaikan materi prosedur keselamatan dalam penanganan kecelakaan di air. Selanjutnya ORARI Bogor memaparkan pentingnya navigasi dalam

operasi SAR & Kebencanaan,serta tata cara berkomunikasi dalam keadaan darurat. Sedangkan materi penanganan pada gigitan 

ular berbisa dan reptil di alam bebas diberikan oleh Irully ilham dari Sahabat Reptil Indonesia.


Tak ketinggalan, peserta belajar tentang pertolongan pertama pada 

kecelakaan di air. Sementara Basarnas DKI menyampaikan topik Manajemen Operasi SAR.


Bagi dua perwakilan ARM - HA IPB, Dedy Lesmana dan M. Shalahuddin Yusuf, latihan gabungan ini memberikan pengetahuan baru bagi mereka dalam operasi SAR, keterampilan, peralatan, dan alat perlengkapan diri (APD) yang dibutuhkan.


"Pelatihan ini sangat berguna untuk meningkatkan keterampilan bidang SAR serta mengasah respon tanggap darurat penyelamatan korban di air bagi relawan ARM HA-IPB," kata Dedy Lesmana.


****


_Info lebih lanjut hubungi:_


Agus Rusli

Sekretaris Jenderal

ARM HA-IPB

No. Telp. +62 812-1084-366



Ribuan Pengurus DKM se Kota Bekasi Hadiri Silaturahmi Akbar yang Digelar DMI

Ribuan Pengurus DKM se Kota Bekasi Hadiri Silaturahmi Akbar yang Digelar DMI



Tarbawia, Bekasi -- Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bekasi menyelenggarakan program Silaturahmi Akbar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se Kota Bekasi pada Ahad, 30 Oktober 2022 di Asrama Haji Kota Bekasi. Silaturahmi akbar ini dihadiri sekitar1.800 pengurus DKM dari 1.300 Masjid di wilayah Kota Bekasi. 

Silaturahmi Akbar DKM se Kota Bekasi ini juga dihadiri oleh Plt. Wali Kota Bekasi Dr. Tri  Adhianto Tjahyono, MM, Ketua PW DMI Jawa Barat, KH Ahmad Sidik, SH.I, Ketua DMI Kota Bekasi Dr. H. Jaja Jaelani, MM dan segenap tamu undangan lainnya. 

Ketua PW DMI Jawa Barat, KH Ahmad Sidik, SH.I  dalam sambutannya bahwa masjid memiliki tiga fungsi, yaitu trilogy yang didalamnya ada idaroh, imaroh dan riayah. Berikutnya pemberdayaan ekonomi di sekitar masjid dan terakhir adalah politik. “Berpolitik di masjid boleh, yang tidak boleh adalah berkampanye,” ungkapnya.  

Kehadiran DMI di masyarakat adalah untuk menyelesaikan masalah masjid melalui para DKM. Selain itu, DMI adalah mitra dari pemerintah untuk menjaga dan memakmurkan masjid-masjid. “Kehadiran DMI akan didukung oleh para DKM untuk program-program kemasjidan,” tuturnya.  

Sementara itu Plt. Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto Tjahyono, MM sebelum memberikan sambutan memanggil para ketua DKM yang usianya di atas 70 tahun. Di antara ribuan DKM ternyata ada 8 ketua DKM yang maju ke panggung dan mendapatkan hadiah sepeda dari Plt Wali Kota. 

Dalam paparannya, Tri Adhianto mengapresiasi Langkah baik DMI Kota Bekasi yang mengumpulkan DKM se Kota Bekasi. Ia berharap adanya pertemua ini bisa memberikan semangat bagi para DKM untuk lebih giat memakmurkan masjid. 

Tri Adhianto menambahkan, ke depan masjid harus lebih diperhatikan kebersihannya, higienis agar saat beribadah di masjid jamaah merasa nyaman dan betah. Tri Adhianto mencontohkan masjid yang ada di Mekah di mana toiletnya sangat bersih dan wangi. 

“Yuk kita buat masjid yang baik, gunakan IT yang ada untuk pengembangan masjid agar semakin maju,” paparnya. 

Tri Adhianto mengakui bahwa tantangan saat ini luar biasa untuk bisa menghadirkan anak-anak di masjid. Dulu, anak anak antara waktu Maghrib sampai Isya berada di masjid mengaji, sekarang untuk mengajak mereka hadir di masjid butuh effort. “Ini tantangan bagi kita semua,” tegasnya. 

Ketua DMI Kota Bekasi Dr. H. Jaja Jaelani, MM dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada suluruh DKM se Kota Bekasi yang telah hadir dalam acara Silaturahmi Akbar ini. “Hari ini merupakan yang pertama kali kita berkumpul dalam komunitas masjid secara formal,” ungkapnya, Ahad 30 Oktober 2022.

Di depan ribuan DKM se Kota Bekasi, Ustadz Jaja mengajak kepada seluruh DKM untuk bisa saling berbagi program, berbagi pengalaman dan berbagi ilmu untuk menyatukan program syiar di masjid-masjid mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan. “Karena ini pentingnya komunikasi, hari ini kita bersilaturahmi untuk menyatukan visi,” tuturnya. 

Ustadz Jaja menyatakan, bahwa mensyiarkan Islam di masjid-masjid adalah tugas kita bersama. Ia berharap dengan adanya silaturahmi ini, para DKM bisa berbagi program sehingga pembinaan umat di masjid dapat kita optimalkan lagi. 

Ustadz Jaja yang juga Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama ini juga menekankan pentingnya pengurusan ijin mendirikan bangunan (IMB) untuk masjid. 

“Masih banyak masjid yang berada di tanah wakaf maupun fasum yang terkendala dengan pengurusan IMB. Ke depan DMI akan menjembatani masjid-masjid yang dalam proses IMB. “Alhamdulillah sudah ada 12 masjid di Bekasi Barat yang telah berhasil melakukan pengurusan IMB masjid melalui DMI Bekasi Barat,” ujarnya. 

Silaturahmi Akbar ini mengusung tema ‘Sinergi DMI Bersama DKM se-Kota Bekasi menuju Bekasi Ihsan’. Kegiatan ini dihadiri sekitar 2.600 pengurus DKM se Kota Bekasi. “Agenda utama dari pertemuan silaturahmi ini adalah untuk mengenalkan program-program DMI kepada para DKM se Kota Bekasi,” ungkapnya.

Menurut Ustadz Jaja, DMI masih belum banyak dikenal oleh kalangan umat Islam, terutama DKM yang tersebar di wilayah Kota Bekasi. Untuk itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait program-program DMI kepada umat Islam. 

“Kami memiliki banyak program keumatan yang harus diketahui oleh para DKM di wilayah Kota Bekasi, agar para DKM semakin lebih mengenal DMI dan bersinergi menjalankan program kemakmuran masjid,” ungkap Ustadz Jaja. [fathur]



STID Mohammad Natsir Wisuda 91 Dai/Daiyah, Ini Pesan Ketum Dewan Da’wah

STID Mohammad Natsir Wisuda 91 Dai/Daiyah, Ini Pesan Ketum Dewan Da’wah



Bekasi–Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir Sabtu (22/10/2022) menyelenggarakan wisuda yang ke-12 dengan 91 wisudawan dan wisudawati.


Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Dr. Adian Husaini berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati. 

Menurutnya kalau sudah memilih jalan dakwah, kalau sudah menamatkan diri di STID Mohammad Natsir maka sudah memilih jalan yang berbeda dari kebanyakan orang.


“Untuk kalian yang wisuda hari ini harus bangga, karena meneruskan perjuangan para ulama dan santri dalam merebut kemerdekaan. Secara kebetulan hari ini 22 oktober adalah hari santri, ini berkaitan dengan keluarnya fatwa jihad dari Hasyim Asyari. Dengan intinya adalah mempertahankan kemerdakan dan melawan penjajah, siapa yang meninggal karena berjuang adalah mati syahid, siapa yang berkhianat dihukum mati,” katanya.


Ia menambahkan jika hari santri dahulu adalah perjuangan melawan penjajah, melawan pesawat tempur, meriam senjata modern. Maka berbeda dengan generasi hari ini. Perintah jihad ini tidak pernah berhenti dan harus dilanjutkan oleh para wisudawan dan wisudawati yang ada di STID Mohammad Natsir.


Sebab, kata Dr. Adian, bahwa penjajahan di masa sekarang adalah pendidikan dan ini sama yang dilakukan oleh Snouck Hugronje waktu itu. Yaitu, untuk melemahkan umat Islam adalah melepaskan umat dari agamanya dengan program sekulerisasi, liberasisasi yang bisa dicapai dengan pendidikan.


“Ini yang dilakukan oleh pendiri Dewan Dakwah, Mohammad Natsir. Ketika pemerintah membuka program transmigrasi dan dimanfaatkan oleh para misionaris untuk membuat sekolah dan berbagai program pendidikan untuk membuat umat Islam jauh dari agama,” katanya.


*Lulusan Terbaik dari Kampus Terbaik*


Dr. Adian melanjutkan untuk itu para wisudawan dan wisudawati haru meneruskan perjuangan ini. Karena mereka adalah lulusan terbaik dari kampus terbaik.


“Mengapa kampus terbaik, karena mendidik orang menjadi manusia sebenarnya. Ini mendahului program kampus merdeka dari pemerintah. 

Jadi mereka yang lulus di sini serba bisa, dari menggunakan teknologi hingga bertani. Bahkan, dalam hal agama. Ini modal,” katanya.


Ia berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati untuk jangan merasa merendah diri, berduka apalagi bersedih.


“Karena kalian adalah yang paling tinggi di antara yang lain. Kita pelanjut perjuangan Rasululah, para ulama. Jadi kalian bukan manusia biasa. Karena bukan manusia biasa maka jadilah da’i untuk perjuangan umat,” katanya.


Sebab, kata Dr. Adian, kebutuhan da’i sangat tinggi. Dari permintaan kepada Dewan Da’wah tiap tahun adalah 250 orang. Sedangkan di sini hanya 91 orang.


“Maka terkadang di tiap wilayah kami tidak bisa memenuhi sesuai permintaan. Selain itu, jangan takut setelah lulus dari sini tidak ada lowongan. Selama ada setan, maksiat marajelela lowongan pekerjaan terbuka luas dan Alhandulillah tidak ada dai yang kelaparan,” katanya.


DMI Kota Bekasi akan Gelar Silaturahmi Akbar DKM se-Kota Bekasi

DMI Kota Bekasi akan Gelar Silaturahmi Akbar DKM se-Kota Bekasi

 


Tarbawia- Bekasi | Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bekasi akan menyelenggarakan program Silaturahmi Akbar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kota Bekasi pada 30 Oktober 2022 di Asrama Haji Kota Bekasi. Rencananya, silaturahmi akbar akan dihadiri 2.600 pengurus DKM dari 1.300 Masjid. 

Ketua DMI Kota Bekasi, Dr. H. Jaja Jaelani, MM mengatakan, Silaturahmi Akbar yang mengusung tema ‘Sinergi DMI Bersama DKM se-Kota Bekasi Menuju Bekasi Ihsan’ ini rencananya akan dihadiri sekitar 2.600 pengurus DKM se Kota Bekasi.


“Agenda utama dari pertemuan silaturahmi nanti adalah untuk mengenalkan program-program DMI kepada para DKM se-Kota Bekasi,” ungkapnya di Bekasi, Kamis (20/10/2022).

Ustadz Jaja menambahkan, DMI merupakan organisasi yang sudah berusia setengah abad atau 50 tahun, sejak kelahirannya pada tahun 1972. Salah satu tujuan DMI adalah mewujudkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pengembangan masyarakat, dan persatuan umat.  

Namun demikian, tambah Ustadz Jaja, DMI masih belum banyak dikenal oleh kalangan umat Islam, terutama DKM yang tersebar di wilayah Kota Bekasi. Untuk itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait program-program DMI kepada umat Islam. 

“Kami memiliki banyak program keumatan yang harus diketahui oleh para DKM di wilayah Kota Bekasi, agar para DKM semakin mengenal DMI dan bersinergi menjalankan program kemakmuran masjid,” ungkap Ustadz Jaja. 

Tagline DMI yang menyatakan, ‘Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid’, merupakan upaya DMI untuk kebutuhan pemberdayaan masjid sehingga menjadi makmur. Setelah masjid makmur, diharapkan memberikan kemakmuran bagi lingkungan masyarakat sekitar masjid. 

Ustadz Jaja menjelaskan, ada tiga fungsi pokok sebuah masjid, yaitu fungsi idaroh, fungsi imaroh dan fungsi riayah. Jika ketiga fungsi tersebut dapat berjalan dengan baik maka selain makmur, masjid tersebut akan mampu mewujudkan perannya sebagai sumber kemaslahatan bagi umat.

Ustadz Jaja yang juga Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama ini menegaskan, DMI menekankan berbagai program yang berdampak pada kepentingan masjid dan kemakmuran masyarakat sekitar.

“Kegiatan silaturahmi akbar ini bisa menjadi ajang para pengurus masjid di wilayah Kota Bekasi untuk bisa saling mengenal antara DKM dan DMI, antara para DKM se-Kota Bekasi, sehingga program memakmurkan masjid semakin baik lagi,” tuturnya. 

Ustadz Jaja menambahkan, silaturahmi akbar ini juga akan mengundang penceramah Dr. KH. Das'ad Latif, Ph.D. “Semoga hadirnya Ustadz Das’ad Latif bisa memberikan pencerahan bagi para DKM se Kota Bekasi terkait kiat-kiat memakmurkan masjid,” tuturnya. 

Ustadz Jaja berharap, dalam silaturahmi akbar ini, program-program DMI yang disosialisasikan kepada para DKM bisa lebih dikenal, sehingga ke depan antara DMI dan DKM bisa sinergi menjalankan program keumatan yang membawa pada kemaslahatan umat.    

“Semoga para DKM se-Kota Bekasi bisa menghadiri silaturahmi akbar ini, untuk kepentingan syiar dakwah umat Islam di Kota Bekasi semakin lebih baik lagi,” jelasnya. []


Duta Maritim Kampanye Dukung RUU Daerah Kepulauan dan Kawasan Tanpa Rokok

Duta Maritim Kampanye Dukung RUU Daerah Kepulauan dan Kawasan Tanpa Rokok




Jakarta -- Sebanyak 44 Duta Maritim Indonesia (DMI) Aspeksindo melakukan kampanye mendukung pengesahan RUU Daerah Kepulauan. DMI yang merupakan perwakilan dari 34 provinsi ini juga menyuarakan dukungan terhadap Kawasan Tanpa Rokok. Menarik, DMI menggelar kampanye ini dalam bentuk Sarinah Fashion Week di lokasi Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (14/08/2022).


Dalam kesempatan itu, para peserta melakukan _catwalk_ di perempatan Sarinah dengan membawa puluhan replika berisi ajakan hidup sehat tanpa rokok. Selain merusak kesehatan, puntung rokok yang dibuang sembarangan juga mengotori lingkungan dan mencemari laut.


Koordinator kegiatan ini, Muhammad Ridha mengajak masyarakat lebih peduli terhadap isu maritim. Ia menyatakan, disahkannya RUU Daerah Kepulauan merupakan angin segar bagi kemajuan wilayah pesisir dan kepulauan.


"Kami juga mengkampanyekan dukungan terhadap Perda KTR, Revisi PP 109 Tahun 2012 serta pelarangan total iklan, promosi, dan _sponsorship_ rokok. Kami berharap generasi muda maritim mampu menjadi pemuda yang memiliki kreativitas tinggi dan unggul di era bonus demografi ini," ungkap Ridha.


Ridha menambahkan, tidak adanya pengendalian terhadap produk rokok menimbulkan berbagai kerusakan. Misalnya, lahirnya generasi disabilitas karena berbagai macam penyakit yang ditimbulkan oleh produk rokok.


"Puntung rokok juga sangat mengotori lingkungan dan mencemari laut. Selain mengganggu keindahan laut, puntung rokok juga berakibat pada berkurangnya gizi hasil tangkapan laut," tambahnya. 



Duta Maritim asal Provinsi Lampung, Ana Ahadiyah menambahkan, kampanye tersebut merupakan awal. Gadis asal Kabupaten Tanggamus, Lampung ini berkomitmen melanjutkan ajakan itu di daerahnya setalah selesai mengikuti Sekolah Duta Maritim Indonesia yang dihelat Aspeksindo.


"Kita akan terus bergerak di daerah masing-masing. Ini demi kebaikan generasi mendatang," tegas buah hati pasangan Agus Suparno dan Ratnawiyah ini. []


Audiensi Duta Maritim Indonesia dengan Ketua DPD RI Soal Percepatan RUU Kelautan, Kepulauan dan Pesisir

Audiensi Duta Maritim Indonesia dengan Ketua DPD RI Soal Percepatan RUU Kelautan, Kepulauan dan Pesisir

 


Jakarta -- Duta Maritim Indonesia melakukan audiensi dengan Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mataliti. Audiensi yang difasilitasi Aspeksindo ini dilangsungkan di Ruang Rapat Lantai 8 Gedung DPD RI, Jakarta, Jumat (12/8/22).


Dalam kesempatan tersebut, Duta Maritim Provinsi Nusa Tenggara Timur, Raina Aaqilah Lazmi menyampaikan persoalan seputar Rancangan Undang-undang Kelautan, Kepulauan, dan Pesisir. Raina secara khusus menyampaikan salah satu proses perizinan yang harus melalui Pemerintah Provinsi. Raina berpendapat, untuk memudahkan sebaiknya perizinan dilaksanakan di tingkat Kabupaten/Kota. 


Menanggapi hal tersebut, La Nyalla menyampaikan, pihaknya terus melaksanakan percepatan RUU tersebut. Namun pihaknya berpendapat, terkait RUU ini, DPD RI harus terus melakukan komunikasi dengan DPR RI sebagai pihak yang mengesahkan.


"RUU sudah ingin disahkan, hanya saja RUU macet ditarik oleh DPR sudah sejak 2017. Tapi, percepatan pengesahan tersebut masih terus diusahakan oleh DPD. Perizinan RUU harus menunggu keputusan dari pusat. Saya tidak bisa berjanji pada kalian," kata La Nyalla.


"Sebagai anak bangsa generasi selanjutnya, maka berikan suaramu pada negara. Saya cuma bisa menulis suara kalian untuk diberikan kepada DPR. Semoga suara kalian didengar," pungkasnya. []


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia